Harga Dari Sebuah Target Kehidupan

Oleh : Tommy Setiawan, pengamat MLM, penulis buku

Dinamika kehidupan akan selalu memacu hasrat setiap insan untuk meraih targetnya masing-masing. Namun sebagai konsekuensinya, target kehidupan akan senantiasa melahirkan serangkaian harga yang harus dibayarkan. Kesuksesan memang akan selalu patuh pada hukum alam.

Hukum alam juga mensyaratkan bahwa proses pembayaran “harga” itu akan selalu “sedikit” mengorbankan keseimbangan yang sudah mapan. Nah, di sinilah tantangannya, sejauh apakah kita mampu untuk memulihkan sebuah “keseimbangan” yang sempat terganggu, atau apakah kita mampu untuk menciptakan “keseimbangan” yang baru.

Para pelajar harus rela membolak-balik bukunya hingga larut malam demi mengejar nilai terbaik. Para karyawan harus rela mengulur jam kerjanya demi mengejar kredibilitas. Para pengusaha pun harus siap memberikan layanan ekstranya demi mengikat pelanggan.

Bukankah waktu tidur si pelajar menjadi berkurang? Bukankah waktu si karyawan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi terganggu? Dan bukankah si pengusaha dituntut untuk memangkas margin keuntungannya? Semua itu menggambarkan betapa selalu ada keseimbangan yang harus sedikit “dikorbankan” dalam perjalanan meraih target.

Penulis ingin sedikit membagi kisahnya saat masih bekerja pada sebuah perusahaan food processing multinasional. Saat itu perusahaan dipimpin oleh seorang Managing Director (MD) baru. Dan sebagaimana layaknya MD baru, beliau pun mencanangkan sebuah target yang menakjubkan, yaitu untuk menjadikan market company Indonesia sebagai bagian dari “1 Billion Club” – kelompok elit market-market company di dunia yang memasarkan 1 milyar kemasan / tahunnya.

Para karyawan kemudian dituntut untuk bekerja ekstra keras. Biaya promosi pun ikut membengkak. Dalam tahun tersebut, target akhirnya berhasil dicapai. Beberapa karyawan yang sinis kemudian berkata,”…Buat apa target tercapai bila keuntungan berkurang?” Namun, bila dilihat dari sisi lain, tahun tersebut merupakan tahun exercise (latihan) bagi para karyawan.

Hasilnya, pada tahun berikutnya para karyawan menjadi “terbiasa” dengan pola kerja tersebut, yang menuntut untuk bekerja lebih keras, lebih efisien dan lebih cerdas. Mereka pun mampu menyeimbangkan waktu istirahat, waktu berkumpul dengan keluarga dan sederet keseimbangan baru lainnya. Dan hukum alam pun kembali tersenyum, karena pada akhir tahun, perusahaan kembali mencatatkan prestasi pemasaran 1 milyar kemasan.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dalam kisah di atas? Bahwa setiap perjalanan meraih target kehidupan akan selalu membawa kita pada level yang lebih tinggi. Semakin kita mampu menciptakan keseimbangan baru, semakin dekat pula kita dengan kesuksesan itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: