Dalam Keheningan Peta Solusi Akan Tampak Lebih Jelas

Saat memerlukan solusi atau ide kreatif, berhentilah berpikir sejenak. Pusatkan perhatian pada medan energi batin. Sadarlah akan keheningan. Ketika Anda mulai berpikir kembali, pikiran itu akan menjadi segar dan kreatif (dari buku “The Power of NOW” – Echart Tolle).

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, pernahkah Anda mengalami salah satu dari frase berikut ini: dikejar-kejar oleh deadline, banjir keluhan pelanggan, penjualan yang masih jauh dari target, performa bawahan yang mengecewakan, klien yang tanpa kompromi atau pun target-target pribadi yang seolah makin jauh dari jangkauan?

Dalam situasi “tertekan” dan jauh dari kondisi ideal, seseorang selalu cenderung untuk “bereaksi negatif”. Wujudnya sangat beragam, mulai dari “lupa” makan siang, pola kerja “arround the clock” alias banting tulang siang-malam, mengumpat diri sendiri, menekan bawahan (sebagai kompensasi atas tekanan dalam diri Anda), mulai “berternak” kambing hitam, menjadi eksplosif, menjadi pemurung atau bahkan menjadi depresi.

Kalaupun “opsi” di atas yang Anda pilih, bukan berarti pekerjaan atau pun target Anda tidak akan tercapai. Berhasil sih berhasil, namun social cost yang Anda tanggung menjadi sangat “mahal”. Mulai dari gangguan kesehatan, pikiran yang over loaded, hilangnya kekompakan dengan rekan kerja dan rusaknya keharmonisan rumah tangga.

Sesungguhnya, reaksi-reaksi negatif tersebut sama sekali tidak membantu menyelesaikan masalah. Dengan kata lain, bila kita sanggup untuk TIDAK bereaksi secara negatif terhadap “tekanan”, maka hasil yang kita raih justru akan semakin maksimal.

Saat kita bereaksi secara negatif, OTAK akan memancarkan gelombang yang sangat “kasar”. Semakin tegang pikiran kita, semakin kalut atau semakin cemas, maka semakin TINGGI frekuensi dari gelombang yang dipancarkan oleh otak kita.

Frekuensi dari gelombang otak dapat diukur dengan mudah menggunakan alat EEG (Electro Encelofalogram). Ada 4 kategori gelombang otak manusia:

– Beta (100-14 Hz) : kondisi aktif, cemas, stress, was-was.

– Alfa (13-8 Hz) : kondisi tenang, santai, nyaman, segar, bahagia

– Theta (7.9-4 Hz) : kondisi hening, imajinatif, penuh intuisi

– Delta (3.9-0.1 Hz) : kondisi tidur pulas tanpa mimpi

Jose Silva, penemu dari Silva Mind Method mengatakan bahwa, “Tingkat optimum untuk otak berpikir adalah 10 Hz (fase Alfa).”

Kondisi Alfa merupakan pintu masuk atau akses menuju ke kondisi “keheningan”. Anak-anak balita (0-3 tahun) gelombang otaknya SELALU dalam kondisi Alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat. Pertanyaannya adalah, “Bagaimana agar kita, orang dewasa, bisa KEMBALI pada kondisi “balita” tersebut?”

Begitu tingginya “nilai” dari ketenangan jiwa, hingga Tuhan Sang Maha Lembut pun menyapa kita lewat sabdanya, “… Wahai jiwa yang tenang…” Di sinilah perlunya kita berpikir secara ESOTERIS. Dengan keheningan, ketenangan, kita akan bisa menyelami realita jiwa ini, tentang “siapa” atau “apa” kita sesungguhnya, sekaligus menyadari “keterhubungan” kita dengan alam makro kosmos.

Secara scientific, dibuktikan bahwa bila frekuensi otak dalam kondisi Alfa, terjadi peningkatan produksi hormon serotonin dan endorfin, yang menyebabkan seseorang merasa tenang dan bahagia. Hormon ini juga akan meningkatkan “kapasitas” panca indra.

Secara spiritual, kondisi Alfa, keheningan, akan membawa kesadaran kita bahwa “diri” ini merupakan BAGIAN dari alam semesta, bagian dari alam makro kosmos. Saat pikiran kita kalut, cemas, sesungguhnya kita sedang memutus keterhubungan kita dengan semesta. Ibarat jaringan komputer, kita menjadi komputer yang offline, terputus dari network. Otomatis, akses data yang bisa dilakukan menjadi TERBATAS.

Sebaliknya, bila kita berada dalam keheningan, kita akan terhubung dengan network raksasa dengan akses TANPA batas. Informasi atau solusi atau ide atau kreatifitas, sesungguhnya selalu disediakan oleh Sang Maha Pemurah. Berpulang kepada kita, apakah kita melakukan UPAYA untuk meraihnya.

Seperti apa upaya kongret kita untuk meraih keheningan itu? Tak lain berupa doa, meditasi, yoga, sholat atau pun bentuk-bentuk ibadah individual lainnya. Semakin intens kita “berserah diri” HANYA kepada Nya, semakin tenang pikiran kita, semakin TERJAWAB semua problematika kehidupan kita. Ironis bukan? Sebuah solusi mudah yang 100% GRATIS, namun justru paling sering disepelekan.

Bila memang “semudah” itu, lantas apa yang MENGHALANGI kita untuk meraih keheningan dan ketenangan jiwa? Tidak lain adalah EGO. Ego diri selalu membentengi kita dengan “keyakinan semu” bahwa kapasitas diri ini mampu untuk mengatasi SEGALA problematika. EGO selalu bicara tentang siapa kita, prestasi kita, nama “besar” kita, reputasi kita, dan lain sebagainya, sehingga kita LUPA bahwa sesungguhnya ada SATU kekuatan Maha Besar di mana sesungguhnya kita bisa selalu bersandar.

adi, apakah Anda ingin menjadi komputer offline yang serba terbatas, ataukah terhubung dengan network super canggih yang akan selalu menyajikan triliunan solusi? Semuanya bergantung pada keihlasan Anda untuk meluruhkan EGO. Ditulis oleh Tommy Setiawan, seorang trainer, penulis dan pengamat industri MLM. Tommy dapat dihubungi melalui blowbytommy@yahoo.com atau melalui 0812 80 56772

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: