Membasmi Virus Watermark

February 21, 2012

Jika mendadak komputer jadi lambat,  ditambah lagi saat buka windows explorer langsung ngehang, saat meng-eksekusi file-file portable, langsung dibarengi mgr.exe, saat coba membuka Task Manager dibagian performance terlihat hitungan PF Usage terus melambung pada hitungan tertinggi,

Kemudian kita scan pake antivirus local, tidak mempan, bahkan anti virus selevel Avira saja tidak bisa menghapusnya, muncul lagi, lagi muncul, capeee dech !

ketika dicek dengan tool HijackThis, ternyata oh ternyata… ada proses running di komputer yang tidak biasanya, muncul proses WaterMark.exe posisinya ada di Local disk/program file/microsoft.watermark.exe,seharusnya dalam keadaan normal WaterMark.exe ini tidak pernah menampakkan diri.

To the point aja, lalu bagaimana cara mengatasinya, katanya seperti ini, dan emang ternyata berhasil, ini dia langkahnya :

1. Buka “Task Manager” (caranya tekan “Ctrl+Alt+Del” berbarengan)

2. Pada Tab “Process” cari “svchost.exe” (ingat ! svchost.exe pada UserName nama komputer kita, bukan svchost dengan UserName LOCAL SERVICE, SYSTEM atau NOTWORK SERVICE) lalu klik kanan svchost.exe tekan “End Process” satu per satu.

3. Biarkan “Task Manager” terbuka jangan ditutup

4. Masuk ke windows explorer : local disk (C)/program files/microsoft ==> hapus file watermark.exe kemudian ganti dengan folder baru dengan nama yang sama watermark.exe (intinya merubah files menjadi folder)

5. Buka Registry Editor, START – RUN, lalu ketik “regedit” dan tekan enter

6. My Computer ==>HKEY_LOCAL_MACHINE ==> SOFTWARE ==> Microsoft ==> Windows NT ==> CurrentVersion ==> Winlogon, lihat kolom kanan cari ” userinit” pada baris bawah

7. lalu Klik 2 kali pada “Userinit” , perhatikan value Data nya

“c:\windows\system32\userinit.exe, c:\program files\microsoft\WaterMark.exe” ganti dengan

“c:\windows\system32\userinit.exe” .

8. Re- fresh Registry Editor, perhatikan kembali  userinit, jika berhasil maka kata WaterMark.exe tidak  mejeng lagi disini

NB:

untuk penghapusan total bisa juga melalui langkah ini :

tekan  CTRL + ALT + DEL ===> hapus  “svchost.exe” dengan Username nama komputer kita

Taskmanager dibiarkan terbuka, klik STAR ===> RUN ===> ketik CMD

cd C:\            (jika local disk di C)

cd program files\microsoft

del watermark.exe/a/s

md watermark.exe

cd watermark.exe

md con\\

exit

restart

 

Untuk cara lebih singkat anda bisa memakai tool Pembasmi Watermark Removal disini

 

Tips lainnya untuk menghambat Virus :

1. usahakan untuk menempelkan forder (bukan file) autorun.inf dan sub folder con pada setiap LocalDisk

caranya  :

Ctrl+alt+del ==>Task manager dibiarkan terbuka,

klik Start===> Run ===> ketik CMD

cd C:\ (enter) (jika local disk di C) atau

D: (enter) (jika local disk di D

md autorun.inf

cd autorun.inf

md con\\

exit

A

 


Sembuh dari Kanker karena Sedekah

September 26, 2011

source : http://www.hambaallah-muslimah.abatasa.com

Kisah berikut ini adalah salah satu kisah yang sangat terkenal dan menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang.

           Tokoh dalam kisah ini adalah seorang lelaki kaya raya, dia adalah pengusaha besar. Suatu ketika dia tekena penyakit kronis yang tidak bisa didiamkan begitu saja.Dia lalu pergi memeriksakan diri ke rumah sakit terkenal. Menurut diagnosa dokter, ditemukan penyakit kanker kronis dalam tubuhnya, dan prosentase kesembuhannya sangat tipis sekali. Para dokter menyarankan agar dia mau berobat ke luar negeri supaya mendapat perawatan intensif. Seketika itu juga lelaki itu berangkat ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan dan hasilnya sama dengan diagnosa dalam negeri. Para dokter di rumah sakit itu lalu menyarankan agar dia mau melakukan operasi untuk menghilangkan anggota tubuhnya yang digerogoti kanker.
           Akan tetapi lelaki tersebut meminta para dokter agar mau memberikan tenggang waktu untuk pulang ke Negara asalnya terlebih dahulu. Dia berkeinginan untuk mengurus segala sesuatunya, dan berwasiat kepada anggota keluarganya, jika ternyata setelah operasi ada hal-hal yang tidak diinginkan.
          Akhirnya lelaki itupun pulang kenegara asalnya lalu mengurus segala sesuatunya. Tidak lupa dia menuliskan wasiat dan menitipkan anggota keluarganya kepada orang yang dipercayainya untuk menjaga keluarganya. Namun, dia sama sekali tidak memberitahukan kepada keluarganya permasalahan yang sedang dia hadapi.
         Suatu ketika dipertengahan jalan menuju rumahnya, pandangannya tertuju kepada seorang perempuan tua yang berdiri disamping tempat penyembelihan binatang. Perempuan itu mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer di sebelah tempat penyembelihan. Lelaki itu lalu menhentikan langkahnya dan menemui perempuan tua itu. Dia bertanya kenapa perempuan itu mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer. Perempuan itu lalu bercerita kepadanya, bahwa anak-anaknya menjadi yatim sepeninggal suaminya. Keluarga ini sangat miskin dan tidak punya uang untuk membeli daging. Yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer untuk dimasak sebagai ganti dari daging. Lelaki itu sangat tersentuh mendengar penuturan kondisi yang dihadapi perempuan itu. Dia lalu menyedekahkan uangnya dalam jumlah lumayan banyak kepada perempuan itu. Selanjutnya dia memberikan uang kepada tukang sembelih dalam jumlah yang lumayan banyak lalu memintanya untuk mengirimkan daging kepada  perempuan itu setiap mingggunya. Perempuan itu sangat berterimakasih kepada lelaki itu. Tidak lupa dia mendoakan lelaki itu lalu permisi dan meninggalkan tempat.
        Beberapa hari kemudian, lelaki itu pergi ke luar negeri untuk menjalani operasi. Sebelum operasi dilaksanakan, terlebih dahulu dokter memeriksa lelaki itu kembali. Hasilnya sangat mencengangkan. Berubahlah raut muka dokter itu, dan dengan nada marah dia bertanya kepada lelaki itu, “Apakah engkau sudah pergi ke rumah sakit lainnya untuk menjalani pengobatan atas penyakitmu itu?”
        Lelaki itu menjawab, “Tidak.”
        Dokte itu berkata, “Bohong! Jujurlah padaku, apakah engkau sudah pergi ke rumah sakit lainnya atau tidak?”
        Lelaki itu menjawab, “Aku bersumpah, demi Allah aku sama sekali tidak pergi ke rumah sakit lainnya, Sebenarnya ada apa engakau bertanya seperti ini?”
        Dokter itu lalu menjawab, “Pemeriksaan dan diagnosa terbaru menunjukkan tubuhmu sama sekali sudah bersih dari kanker. Keadaanmu sekarang ini sehat-sehat saja.”
        Lelaki itu hampir tidak percaya atas apa yang dikatakan oleh dokter itu. Dia tidak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena bahagia. Dia lalu bertanya kepada dokter itu apakah benar apa yang barusan dikatakan kepadanya. Dokter itu menjawab dan bersumpah bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.
       Setelah menyadari atas apa yang dialaminya ini, lelaki itu lalu bersyukur memanjatkan puji kepada Allah. Kemudian dia pulang ke Negara asalnya dalam keadaan sehat wal afiat. Dia menceritakan kepada anggota keluarganya, dan mereka semua sangat takjub terhadap peristiwa yang dialami lelaki itu.
       Dalam hal ini lelaki itu berkata; Allah telah menyembuhkan aku berkat doa yang dipanjatkan oleh perempuan tersebut, karena aku telah bersedekah kepada anak-anak yatimnya.
Dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk memelihara keluarga miskin sampai waktu yang dikehendaki Allah.
Subhanallah.Semoga cerita ini bisa menjadi renungan buat kita semua bahwa sesungguhnya sedekah mampu memadamkan murka Allah, dan mampu menolak dari kematian yang buruk. Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw; Obatilah orang-orang sakit kalian dengan (mengeluarkan) sedekah.

Menterjemahkan Blog Ke Berbagai Bahasa

February 7, 2011

Dengan Hadirnya Google Translate semakin mudah jadinya untuk menjadikan website / blog dengan multi bahasa.

Banyak cara yang bisa dilakukan dari yang komplek sampai cara yang paling mudah.

Agar Blog yang di buat dengan menggunakan wordpress bisa menggunakan fasilitas google translate, lakukan langkah-langkah berikut ini :

  1. Tambahkan widget Teks, bagi yang lupa langkahnya. (Klik Appearance –> klik widgets –> Pilih teks –> geser ke sidebar)
  2. Copy Link berikut ini. yang akan secara Otomatis untuk translate website /blog pada wiget teks.

Catatan :

Jangan Lupa untuk mengganti : https://balebat.wordpress.com/ dengan website anda.


Tips Mengamankan Anak dari Bahaya Internet

January 9, 2011

Ranah internet tidak sepenuhnya aman, apalagi jika pengguna tidak memiliki tameng untuk melindungi dirinya dari risiko yang menghadang. Pengamanan diri dari bahaya internet sebaiknya dilakukan, apalagi jika berkaitan dengan jaringan yang dipakai publik.

Di lingkungan sekolah apalagi, murid-murid yang memakai jaringan internet sekolah harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman mulai dari soal privasi dan file sharing, kebebasan berpendapat di internet, konten yang tidak pantas, sampai ke permasalahan virus dan keamanan jaringan sekolah. Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan para admin atau guru agar anak didik dan jaringan sekolahnya aman:

1. Memasang Firewall
Admin di sekolah sebaiknya menginstal software firewall yang mampu memonitor informasi baik yang menuju maupun yang keluar dari server sekolah, sebagai langkah pengamanan jaringan. Firewall ini akan mampu mencegah informasi tertentu (baik file ataupun program) berseliweran keluar ataupun masuk jaringan sekolah. Dengan adanya firewall, guru maupun pelajar tidak dimungkinkan untuk men-download software gratisan, mengunggah/mengirim informasi tertentu atau membuka attachment email. Aksi men-download dan membuka file attachment bisa menjadi jalan bagi virus untuk merusak sistem komputer dan membuka celah bagi hacker untuk mengakses informasi milik sekolah.

2. Memasang Software Filtering
Langkah selanjutnya adalah memasang software filtering untuk mencegah pelajar mengakses informasi atau situs-situs yang tidak pantas. Filter ini bekerja berdasarkan kata kunci (keyword) atau frase tertentu yang diketikkan. Jika dirasa kata kunci yang diketikkan mengandung kata-kata ‘dewasa’ seperti seks atau payudara, maka user tidak akan menemukan hasil pencarian yang dituju. Meski begitu filter ini tidak bisa sukses 100% karena kini pemilik situs makin lihai menyiasati pemblokiran akses dengan cara menciptakan URL yang tidak mencurigakan, namun dalam kenyataan menyesatkan. Terkadang, beberapa filter ada yang mencegah user menggunakan layanan chatting dan blog karena alasan konten yang tidak pantas dan risiko keamanan. Pemasangan filter tetap menjadi langkah yang dihimbau untuk dilakukan demi keamanan para pelajar.

3. Membatasi Upload Konten
Keamanan internet bukan hanya berbicara tentang apa yang kita akses, namun juga tentang apa yang kita posting di internet. Sejumlah sekolah memiliki kebijakan pelarangan pemakaian foto para pelajar di situs mereka. Yang lain boleh memakai foto, namun dengan syarat tidak mencantumkan nama. Sedang sekolah lain ada yang membolehkan foto, namun dengan nama depan saja.

4. Jadi Panutan
Beberapa tips di atas adalah aksi yang penting dilakukan untuk mengamankan pelajar dan sekolah dari bahaya internet. Namun di luar itu, langkah terpenting ada di pundak guru dan orang tua yang diharapkan mampu menjadi panutan bagi murid dan anak-anaknya dengan mengajarkan anak untuk memakai internet secara bertanggung jawab. Diskusi di kelas dan peragaan adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi pelajar. Dengan hal tersebut, melek akan bahaya internet dan berselancar di dunia maya secara sehat bukanlah hal yang susah lagi. 

Sumber: Teachingtoday


Peradaban Islam: Peradaban Ilmu dan Tulisan

June 3, 2010

source  : http://hidayatullah.com/

BANGSA Arab hingga pada masa jahiliah, telah mengapresiasi kegiatan tulis-menulis dan urgensinya. Ketika itu, mereka memasukkan kemampuan menulis sebagai salah satu dari tiga syarat utama seseorang disebut minal kamilin (di antara orang-orang yang sempurna). Ibnu Sa’ad menuturkan, “Orang yang sempurna (al-Kamil) menurut mereka pada masa Jahiliah dan permulaan Islam adalah orang yang dikenal mampu menulis Arab, piawai dalam berenang, dan ahli dalam memanah.”

Rasulullah saw telah mendidik sahabat tentang pentingnya ilmu, dunia tulis menulis, dokumentasi dan lain-lain. Prof. Mustafa Azami misalnya, menyebut Rasulullah mempunyai 65 sekretaris (dalam bukunya Kuttabun Nabi, diterjemahkan GIP dengan judul 65 Sekretaris Nabi). Jumlah tersebut merupakan hasil penelitian sumber kitab-kitab yang ternama, dan manuskrip-manuskrip yang belum ditemukan oleh ulama sebelumnya.

Azami menyatakan bahwa saat meneliti dan menulis kitab itu, ia memperoleh naskah fotokopi dari kitab yang sangat bernilai, yaitu kitab al-Intishar lil Qur’an karya al-Baqilani (w. 403 H). Al-Baqilani mengulas para sekretaris Nabi saw. Ia menyebutkan nama-nama sekretaris Nabi yang sebagian besar telah dikenal oleh para penulis yang lain. Tetapi, sebagian lainnya tidak terdapat di kitab-kitab yang lain. Bahkan, ada beberapa nama dalam kitab tersebut yang tidak kami temukan di kitab-kitab yang beredar dan dikenal mengulas biografi sahabat, seperti kitab Thabaqat Ibni Sa’ad, Usudul Ghabah, al-Ishabah, dan kitab-kitab besar lainnya.

Al-Baqilani berkata, “Nabi saw. mempunyai banyak jamaah yang hebat dan cerdas. Semuanya dikenal sebagai sekretaris beliau, dan berasal dari kalangan Muhajirin dan Anshar.”

Azami menyebutkan, di antara sekretaris Rasulullah saw antara lain: Zaid bin Tsabit yang ditugaskan untuk menulis surat kepada raja-raja, Ali bin Abi Thalib yang bertugas menulis akad-akad perjanjian, al-Mughirah bin Syu’bah yang menulis kebutuhan-kebutuhan Nabi yang bersifat mendadak, Abdullah ibnul Arqam yang betugas mencatat utang-piutang dan akad lainnya di tengah masyarakat, dan lain-lain.

Guru Besar Universitas Ibnu Saud ini menyatakan, salinan naskah dari surat-surat Nabi saw. yang dikirimkan ke berbagai pihak di seantero penjuru itu juga dipelihara keberadaannya oleh beberapa sahabat. Misalnya Ibnu Abbas, Abu Bakar bin Hazm, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Umar ibnul Khaththab. Abu Bakar memiliki naskah surat Nabi saw. tentang masalah sedekah. Sementara Umar menyimpan semua naskah tentang akad-akad perjanjian dan kesepakatan yang diambil dari para tokoh terkemuka. Salinan atau copy-an dari surat-surat tersebut sangat berguna mengingat wilayah kekuasaan Islam yang luas.

Peradaban Tulisan

Dalam sirah Nabi, dapat dibaca bahwa belum genap satu tahun Rasulullah saw. tinggal di Madinah, beliau langsung menulis piagam yang dikenal dengan “Undang-Undang Negara Modern,” meminjam istilah beberapa peneliti. Piagam tersebut mengatur hubungan antara kaum Muhajirin (Mekah) bersama kaum Anshar (Madinah) di satu pihak, dan kaum Muslimin bersama kaum Yahudi di pihak lain. Menurut Azami, Madinah menjadi sebuah negara bagi kaum Muslimin. Sebuah negara menuntut adanya tata tertib, fasilitas, dan administrasi yang jelas. Sehingga tumbuh diwan-diwan atau kesekretariatan pada masa Nabi saw.

Tentang tradisi tulis menulis ini, akhirnya Prof. Azami menyimpulkan: ”Ketika Islam datang, jumlah para penulis masih dibilang minim (di kalangan kaum Quraisy hanya terdapat 17 orang -pen). Tetapi, berkat strategi pengajaran yang diterapkan Nabi saw., ilmu pun tersebar luas dalam waktu yang sangat singkat. Sehingga, jumlah para sahabat yang menulis untuk Nabi ketika itu mencapai enam puluh orang. Dengan merujuk sumber-sumber yang cukup memadai di tengah-tengah kita sekarang ini, kita dapat menggambar grafik yang luas bagi aktivitas tulis-menulis atau administrasi pada masa Nabi saw.”

Mengutip kembali al-Baqilani, Azami menyatakan, “Nabi saw. mempunyai banyak jamaah yang hebat dan cerdas. Semuanya dikenal sebagai sekretaris beliau, dan berasal dari kalangan Muhajirin dan Anshar.”

Azami mengkategorikan sekretaris Rasulullah sebagai berikut :

1. Kelompok yang dikenal sebagai sekretaris yang sering menulis, seperti Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’ab, Mu’awiyah bin Abu Sufyan ridhwanullah ‘alaihim ajma’in.

2. Kelompok sahabat yang ditetapkan sebagai sekretaris, tetapi frekuensi menulisnya tidak sama seperti kelompok pertama. Mereka misalnya Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar ibnul Khaththab, Abu Ayyub al-Anshari, dan lain sebagainya, ridhwanullah ‘alaihim ajma’in.

3. Kelompok sahabat yang nama-namanya tercantum dalam kitab al-Watsa`iqus Siyasiyyah dan kitab-kitab lainnya, tetapi kami tidak menemukan penyebutan nama mereka sebagai sekretaris Nabi saw.. Mereka misalnya Ja’far, al-Abbas, Abdullah bin Abu Bakar ridhwanullah ‘alaihim ajma’in.

Di antara Sekretaris Nabi dari kalangan Muhajirin, disebutkan: Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar ibnul Khaththab, Utsman bin ‘Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Arqam, Khalid bin Sa’id, dan lain-lain. Para ahli sejarah menuturkan bahwa Nabi sangat memercayai Khalid, sehingga beliau menyuruhnya untuk mengumpulkan dokumen yang ditulisnya dan surat-surat yang distempelnya. Ia juga sebagai sekretaris Abu Bakar. Sedangkan Umar menugaskannya sebagai pengurus Baitul Maal.

Pada masa permulaan Islam, tempat “berkantor” para sekretaris dinamakan Diwan. Diwan juga dapat diartikan kumpulan lembaran-lembaran dan daftar tulisan yang berisi nama-nama tentara dan para pemberi sedekah. Dari hasil penelitiannya, Azami menyimpulkan ada tiga macam diwan pada masa permulaan Islam, yaitu:

1. Diwanul Insya` (kantor pembuatan surat-surat kenegaraan).

2. Diwanul Jaisy (pusat data personel militer)

3. Diwanul Kharaj/ al-Jibayah (pusat pengelolaan keuangan negara) untuk menginventarisasi pajak yang dikembalikan pada Baitul Maal dan pemberian yang diwajibkan atas setiap muslim.

Mengenai Diwanul Insya`, al-Qalaqsyandi berkata, “Diwan ini (al-Insya`) merupakan diwan yang pertama ada dalam Islam. Diwan ini telah digunakan pada masa Nabi saw.”

Pusat administrasi—dalam formatnya yang sederhana—telah dipergunakan pada masa Nabi saw. Tatkala roda pemerintahan dipegang oleh Sayyidina Umar r.a. dan Daulah Islam telah meluas, maka pengembangan sistem administrasi adalah suatu hal yang sangat penting. Umar r.a. telah menginstruksikan untuk membuat pusat administrasi (diwan) dengan format yang lebih menyeluruh dari format diwan sebelumnya.

Sebagai bukti, Diwanul Insya`(kantor pembuatan surat-surat kenegaraan)—sebagaimana dinyatakan al-Qalaqsyandi—adalah diwan yang pertama kali dibuat dalam Islam. Penggunaannya telah dimulai pada masa Nabi saw.

Berkaitan dengan Diwanul Jaisy (pusat data personel militer), sebuah keterangan dalam Shahih al-Bukhari dijelaskan, “…dari Hudzaifah r.a., ia berkata, ‘Nabi saw. bersabda, ‘Tulislah bagiku orang yang mengucapkan (ikrar) Islam.’ Maka kami pun menuliskannya sebanyak 1500 orang.”

Di antara indikator yang menunjukkan salah satu kebiasan mereka dalam mencatat orang-orang yang ditentukan keikutsertaannya dalam peperangan, adalah riwayat Imam Bukhari dalam kitabnya, Shahih al-Bukhari. “…dari Ibnu Abbas, ia mendengar Nabi saw. bersabda, ‘Seorang laki-laki sungguh tidak boleh menyendiri bersama seorang perempuan. Dan seorang perempuan sungguh tidak boleh melakukan perjalanan kecuali ada mahram yang ikut bersamanya.’ Maka seorang pria berdiri dan berkata, ‘Wahai Rasulullah! Apakah aku dicatat untuk ikut dalam peperangan ini dan itu, sementara istriku keluar demi suatu keperluan…’”

Rasululullah saw juga terbiasa menyuruh para sahabat agar segera menjawab surat-surat yang masuk kepada pemerintahan-Nya. Ibnul Qasim meriwayatkan dari Malik, ia berkata, “Telah sampai kepadaku sebuah riwayat, bahwa ada sepucuk surat yang sampai kepada Rasulullah saw., ‘Siapa yang mau menjawab surat ini atas namaku?’ Tanya beliau. Abdullah ibnul Arqam menjawab, ‘Saya.’ Ia pun lekas menulis surat jawaban atas nama Nabi. Kemudian ia membawa surat itu ke hadapan beliau (dan membacakannya). Beliau pun kagum dengan isi surat tersebut lalu meluluskannya.”

Tentang pentingnya menulis ini, Imam Syafii mengingatkan: “Ilmu itu bagaikan binatang liar, menulis (mencatat) adalah pengikatnya. Ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat. Adalah bodoh bila Anda memburu seekor kijang, kemudian Anda lepas begitu saja tanpa tali pengikat.”

Kehebatan dalam dunia tulis menulis ini terus berkembang, sehingga generasi sahabat, tabiin, tabiiut tabiin, dan seterusnya berprestasi dalam menjaga keotentikan Al-Qur’an  dengan membukukannya, menuliskan Sunnah Rasulullah saw, melahirkan ilmu aj jarh wat ta’dil, ilmu bahasa Arab (sharaf, nahwu dll), ilmu matematika, ilmu fisika, dan lain-lain.  Sejarah Islam kemudian mencatat ilmu terus berkembang dan perkembangan buku dalam Islam –apalagi setelah ditemukannya teknologi kertas– melimpah luar biasa.

Dr Ahmad Amin dalam bukunya yang terkenal “Dhuha Islam“ menyatakan: “Banyak sekali jenis kertas yang terdapat dalam masa pemerintahan kerajaan Abbasiyah, antaranya ialah kertas firaun (mengambil nama orang-orang Firaun di Mesir), kertas sulaimani (mengambil nama Sulaiman bin Rashid, Gubernur Harun al Rashid di Khurasan), kertas jaafari (mengambil nama Jaafar al Barmaky), kertas al talhi (mengambil nama Thalhah bin Hasan). Pada masa tersebut juga terdapat banyak sekali tempat perusahaan kertas, di antaranya ialah di Samarqand, Baghdad, Tihamah, Yaman, Mesir, Damsyik, Tarablus, Humah, Khimath, Mambaj, Maroko, dan juga Andalus.  Dalam abad yang kedua Hijrah terdapat perusahaan kertas yang dibuat dari perca-perca kain, kertas jenis ini telah digunakan secara meluas dan dapat menandingi kertas-kertas yang lain.”

Hasil dari wujudnya bahan-bahan kertas serta penulisan ilmu pengetahuan pada masa itu, maka terciptalah buku-buku dan tempat menyimpan buku (perpustakaan). Karena itu, perpustakaan merupakan sumber utama bagi kebudayaan di zaman Abbasiyah.

Ahmad Amin melanjutkan: “Satu perkara yang kita sebutkan di sini bahwa dengan sebab banyaknya kertas yang digunakan sebagai bahan penulisan dan banyaknya buku yang muncul pada masa itu, maka lahirlah pula satu perusahaan yang bernama Wiraqah yaitu perusahaan yang bertugas untuk menyalin, mentashih, serta menjilid buku-buku, dan lain-lain perkara yang berhubung dengan buku. Dengan sebab itu banyak sekali toko Wiraqah dan ia merupakan sumber yang penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu, karena pemilik toko-toko ini menyalin buku-buku ilmu pengetahuan, kemudian mereka mentashihnya, setelah itu dijilid lalu dijual kepada pembeli. Dengan demikian buku-buku tersebut tersebar luas di seluruh daerah. Mereka yang ingin mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan pula akan mengunjungi toko-toko ini untuk membaca dan mengkaji buku-buku yang terdapat disini.”

Ziauddin Sardar dan MW Davies dalam bukunya berjudul Distorted Imagination menggambarkan penerbitan buku di dunia Islam 10 abad silam, hampir setara dengan pencapaian peradaban Barat saat ini, baik secara kualitas maupun kuantitas. “Hampir 1000 tahun sebelum buku hadir di peradaban Barat, industri penerbitan buku telah berkembang pesat di dunia Islam,”paparnya. (lihat Republika, 9 September 2008).

Sardar menyatakan bahwa di dunia Islam kali pertama perpustakaan umum berdiri.  Peradaban Islam pula yang menjadikan perpustakaan sebagai tempat untuk meminjam buku. Tak cuma sebatas itu, darul al ilm (perpustakaan) pun menjadi tempat pertemuan dan diskusi.  Perpustakaan di era kejayaan Islam juga menjadi sarana pertukaran ilmu antara guru dan murid. Di Baghdad saja saat itu, terdapat sekitar 36 perpustakaan umum, sebelum kota metropolis intelektual itu dihancurkan oleh tentara Mongol.


Hamas: Pernyataan DK PBB, Pengkhianatan Terhadap Kemanusiaan

June 2, 2010

Source : http://eramuslim.com/

Hamas mengecam pernyataan Dewan Keamanan PBB tentang serangan Israel terhadap konvoi bantuan Gaza, dan mendesak semua negara untuk memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Israel.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat di mana 15-negara anggotanya menyerukan penyelidikan “yang tidak memihak, kredibel dan transparan” atas insiden itu dan mengutuk perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan hilangnya warga sipil dan melukai banyak orang.

“Apa yang Dewan Keamanan telah lakukan hari ini, di bawah bayang-bayang veto AS, tekanan dan bias, adalah sebuah pengkhianatan bagi kemanusiaan dan bukan hanya bagi rakyat Gaza dan para pendukungnya,” kutip Reuters atas pernyataan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misy’al pada Selasa kemarin (1/6).

“Israel harus dihukum … dan kami menyerukan pengadilan terhadap Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan semua pemimpin Zionis sebagai penjahat perang,” katanya.

Pemimpin senior Hamas juga meminta semua negara untuk memotong segala hubungan mereka dan kontak mereka dalam segala bentuk dan tingkatan dengan Zionis Israel, ia juga memberi peringatan bahwa melakukan kontak dan hubungan dengan Israel adalah hadiah untuk kejahatan atas aksi mereka.

Misyal juga meminta Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev untuk mengambil inisiatif berani dengan sebuah keputusan bersejarah untuk mematahkan blokade di Gaza dan memaksa Israel untuk melakukan itu.

Dia juga meminta Mesir untuk membuka perbatasan Rafah – satu-satunya wilayah yang tidak berada di bawah kendali Israel, dan mencatat bahwa pengepungan telah gagal sebagai alat politik di Gaza dan memaksa Hamas dan pejuang Palestina untuk mengalah.

Uni Eropa, Organisasi Konferensi Islam dan Rusia termasuk di antara mereka yang telah menuntut penyelidikan atas serangan militer Israel terhadap armada kebebasan gaza dan mengakhiri embargo – namun permintaan itu ditolak mentah-mentah Israel.

Sementara itu, Gedung Putih hanya menyatakan “penyesalan” pada korban jiwa dan cedera yang diakibatkan oleh penggunaan kekerasan oleh pasukan Israel, gedung putih hanya sampai pada kalimat ‘menyesalkan’ tanpa berani mengutuk.(fq/prtv)


Infaq Untuk Al Aqsho

June 1, 2010


WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: